Monday, 17 June 2013

happy reading my posts.... :D

haha kali ini saya akan menceritakan pengalaman saya "my experience" (haha sok inggris).


Saya seorang yang rajin membantu orang tua(jika ada maunya, hiihii)
. sya dan keluarga mempunyai bisnis mini market (kios yarton ) yang cukup terkenal di daerah Baruga(tempat tinggal saya) sebulan saja mini market kami bisa menghasilkan omzet di atas 100juta sungguh pencapayan yang baik di tengah bermunculanya sualayan-sualayan besar di daerah Baruga.

Tiap malam hari saya bertugas menjaga kios, saya selalu tersenyum kepada pembeli yang datang berbelanja di kios ^_^ walaupun terkadang senyum saya tak terbalaskan >,<(di cueki), tetapi ada sesuatu yang berbeda pada malam itu, beberapa orang dengan postur tubuh yang tinggi, hidung mancung, rambut pirang dan kulit putih, mondar-mandir melewati kios saya. dan itu terjadi hampir setiap malam,
belakangan saya tahu ternyata mereka adalah para imigran dari timur tengah yang tinggal di hotel dekat rumah (hotel srikandi) dan para imigran ini, tiap malam melewati kios yarton untuk belanja di sualayan besar tak jauh dari kios yarton (MGM). 
lalu di suatu malam yang dingin ketika saya sedang menjaga kios terlihat dari kejauhan para imigran sedang berjalan menuju MGM, saya pun mulai berfikir dan berdoa kepada Tuhan "kapan yah ..para imigran ini mampir ke kios ini, aku ingin sekali bercakap dengannya!!" ucapku dalam hati sambil melihat kepelapon kios berharap tuhan mengabulkannya.

akhirnya di malam setelahnya tepatnya pukul 10 malam para imigran ini mampir ke kios yarton. "how much?" berkata salah satu imigran itu sambil memegang sebuah roti tawar yang tinggal satu-satunya. saya pun dengan senyuman menjawab  "seven thousand Mr", imigran itu pun menaikan tekanan suaranya"no,no, How much? How ..... Much.....?" berkata sambil menggeleng-gelengkan kepala. dipikiranku imigran ini menanyakan harga dari roti tawar itu saya pun kembali mengatakan "seven thiusand Mr" sambil mengangkat ke tujuh jariKu. imigran ini pun mulai jengkel dan saya mulai panik. saya pun teringat orang tua saya Guru bahasa inggris... saya pun berlari dengan wajah pucat menuju keruangan Ayah saya "pak ada keluarga ta datang sa tidak mengerti apa dia bilang" sayapun mulai keringat dingin. " keluarga dari mana nak?" tanya ayah saya dengan wajah sedikit bingung. "dari sini Mungkin!! jangan mi banyak tanya kita ke kios saja!!" desak saya. akhiirnya bertemu lah ayah saya dengan para imigran ini.... tak lama setelah bercakap-cakap dengan ayah saya para imigran pergi tanpa membawa roti tawar yang jadi masalah itu...! "pak sebenarnya apa yang di maksd orang itu?"tanya saya sambil penasaran. "oh tadi dia tanya ada berapa banayk roti tawar? apakah hanya ini?" jawab ayah saya dengan suara meledek.

berkat kejadian itu saya teringat kalau saya bodoH bahasa inggris dan teringat nilai ujuan bahasa ingrisku  E (EROR) :(

Saya pun kembali ke meja kasir dan berdoa kepada tuhan "ya Tuhan semoga  imigran itu tak datang lagi amin"doaku dalam hati. tapi kali ini tuhan berkehendak lain, tiba-tiba imigran itu datang lagi. "Mati saya" berkata dalam hati(Panik). Food" kata imigran itu sambil menempelkan ibu jari dan dari telunjuk dan menggesek gesekkannya ke arah bawah. sayapun kembali terdiam tanpa senyuman. saya pun pergi mendekati imigran itu dan menarik tangannya. "sory Mr, please search own" (maksd saya cari sendri)" imigran ini pun paham walapun terlihat sedikit bingung.... Ia pun mencarinya sendiri. sayapun ke asikan menemani imigran ini mencari barang yang dia cari. akhirnya dia menemukannya, ternyata yang dia cari adalah GARAM sambil memperlihatkanya kepda saya. dan terpancar dari warah imigran itu kesenangan mendapatkan apa yang dia cari.

rasaPuas pun terpancar dari wajah saya. dapat memuaskan Pengunjung spesial ini walaupun dengan bahas ingGris yang pas-pasan. HhAHAHA HOOREE.. Sayapun menuliskan harga Garam itu menggunakan kalkulator. dan Imigran itu langsung memahaminya. setelah selesai melayani imigran ini. sayaPun tersenyum kepadanya dan mengucapkan terima kasih. "Good job" kata imigran itu sambil tersenyum.
Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment