Saturday, 22 March 2014

Nistian Adolf "Kehidupan adalah Guru yang sesungguhnya" Yah... jadi Guru SMA dan Dosen saya, Guru bohongan dong? hehe tentunya tidak seperti itu.!!
 Guru dan dosen saya mengajarkan suatu kebaikan yang mereka peroleh dari kehidupan mereka, sehingga dapat membuat saya belajar banyak tentang kehidupan dari pengalaman mereka. saya yang dulunya lebih emosional dalam mengambil suatu tindakan sekarrang bisa lebih tenag di karenakan belajar dari pengalaman, saya segala sesuatu yang di lakukan dengan dasar emosi akan berakhir dengan rasa malu, yah kehidupan mengjarkan saya hal itu.

Ketika baru masuk kuliah saya melakukan hal bodoh yang mungkin tidak akan saya lupakan
pertama saya memukul teman saya yah karena hal sepele untungnya saja dia tidak lapor bapaknya yang POLISI kan bisa repot urusannya.
 
kedua saya membanting hape saya yang hanya satu-satunya di depan teman-teman saya karena pacar saya selingkuh, anda tahu apa yang terjadi satu jam setelah
saya membanting hape saya, yah saya memungutnya kembali dan menyesal dalam hati. karena tindakan bodoh saya sendiri. (haha malu-maluin yah :D ).

dan yang ketiga dan baru saja terjadi ketika acara perpisahan di RSUP Persahabatan saya marah-marah karena kursi saya di tukar dan karena kursi itu di tukar saya jadi jatuh dari kursi, dan anda tahu apa yang saya lakukan?? saya mematah-matahkan kursi tersebut di depan teman-teman saya yang menertawakan saya sampai mereka semua terdiam sperti patung (haha) tapi tindakan saya itu membuat saya malu sendiri, saya seprti orang yang kesetanan.

Kehidupan mengajarkan hal yang sangat penting bagi kehidupan saya,lebih penting dari Thomas Alfa Edisoan yang menemukan lampu pijar atau Rumus MC2 Enstein yaitu EMOSI menentukan Kualitas Hidup kita.!! TOSS. :)
Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment