Sunday, 15 March 2015

Tahukah Anda di mana letak sungai terpendek di dunia? Ternyata sungai tersebut berada di Indonesia, tepatnya di Sulawesi Tenggara. Namanya Sungai Tamborasi dan memiliki panjang hanya sekitar 20 meter saja.

Berbanding terbalik dengan Sungai Nil di Afrika yang merupakan sungai terpanjang di dunia, Sungai Tamborasi adalah sungai yang diklaim terpendek di dunia, seperti yang dikutip dari Wikipedia pada Kamis (26/7/2012). Sungai ini hanya memiliki panjang sekitar 20 meter saja.

Dengan jarak yang sangat pendek dan memiliki lebar sekitar 15 meter, Tamborasi tidak terlihat seperti sungai, tapi malah lebih mirip danau berukuran kecil. Hanya saja, aliran airnya menguatkan bahwa ini memang sebuah sungai.
Sungai ini berada di Kecamatan Tamborasi, Kolaka, Sulawesi Tenggara. 

Beberapa waktu yang lalu tepatnya tanggal sabtu 28 Februari, saya
mendapatkan ajakan dari teman masa kecil yang bernama Risno  menemaninya ke kolaka untuk menghadiri undangan Makan Durian Di Kolaka, sebenarnya saya sempat menolak ajakannya dikarenakan jarak yang jauh dari kota kendari, kurang lebih sekitar 5 jam perjalanan dari kota Kendari, bukan hanya jarak yang membuat  menolak kala itu, jalanan yang berkelak kelok serasa cukup berbahaya, apalagi saya belum pernah kesana. Tetapi berhubung hari itu adalah hari sabtu dan malamnya  MALAM MINGGU dan Risno Terus membujuk akhirnya saya memutuskan untuk ikut ke Kolaka untuk makan Durian (yang sebenarnya bukan tujuan utama)

***sedikit intermezo sebelum lanjutin cerita ini. Saya sdh setahun ngk punya pacar (jomblo) Anda pasti tahu malam minggu adalah malam paling menyedihkan bagi para jomblo seperti saya, bukannya sedih sih karena ngk punya pacar, tp saya kadang jengkel dengan bully yang sebenarnya hanya bercanda dari teman teman, kapan punya pacar?, Jones Lah, ganteng ganteng mubazir lah, malam minggu ko di rumah terus, mau ngumpul ma teman juga di tanyain terus, pacarnya mana?. dan yang paling parah kemarin di bilangi Homo. ya Allah sehina itu kah jadi jomblo,... #savejombloindonesia haha.  nah kebetulan Risno ngajak Kekolaka hari sabtu, berarti saya bisa malam minggu disana,  yah,  walaupun paling juga di kolaka hanya nongkrong aja, tapi setidaknya bisa update status. kan jadi ngk kelihatan malam minggu di rumah. haha

Nah  Lanjut ke Cerita perjalanan ke Kolaka..
akhirnya jam 2 siang kami berempat berangkat dari kendari menuju kolaka menggunakan sepeda motor,selain saya dan Risno, Iis dan Risana yang merupakan teman dari Risno juga ikut bersama kami. Perjalanan pun dimulai. asiiikk,,,, Gasss Polll. seperti yang sudah di fikirkan jalanan menuju ke kolaka benar benar berkelak kelok hampir sepanjang jalan di penuhi dengan tikungan-tikungan tajam dan bukit-bukit yang saya yakini Falentino Rossi juga kalau ngk hati-hati bisa masuk jurag atau tabrak tebing, ahaha. tapi selain tikungan dan jalanan yang berbukit-bukut, kita juga di sajikan pemandangan alam yang sangat cantik selama perjalan, Hutan pinus yang sangat luas, hutan yang masih rindang dan pemandangan sawa yang berwarna hikau muda yang sangat eksotis memberikan pengalaman yang saya ngk sangka bakalan lihat saat perjalana, walaupun ngk bisa terlalu fokus melihat pemandangn karena harus fokus mengendarai motor biar ngk nabrak.

sekitar jam 7 malam, kami tiba di kolaka dengan selamat  alhamdulilah. :D
kamipun menginap di rumah  Bang Adi (tetangga di kendari yang sekarang kerja di salah satu perusahaan suasta di kolaka) nah akhirnya kami nginap di rumah Bang Adi. Ternyata tempat yang kita tuju bukannya di kota kolaka melainkan di desa Tamborasi yang jaraknya sekira 2 jam perjalanan dari kolaka, saya sedikit kesal dangan Risno karena ngk mau bilang kalau bukan di kota kolaka tempat yang kita tuju melainkan desa Tamborasi, tapi ngk apalah setidaknyakan ngk malam minggu dirumah,!!! hehe



Lanjut cerita, pagi harinya, Minggu 1 Maret 2015, kami melanjutkan perjalanan menuju tamborasi, di tengah perjalanan ban motor sempat kempes, yah mungkin akibat lupa di servis akibatnya perjalanan sempat tertunda  beberapa menit, saran sih dari saya sebelum melakukan perjalanan jauh sebaiknya cek kendaraan motor anda agar kejadian yang saya alami ngk terjadi pada kalian. hehehe.

setelah tiba di desa tamborasi kami di sabut oleh bang Guntur yang sudah menunggu dari kemarin kedatangan kita, sampai di ruamh bang Guntur kami sudahdi sambut dengan Durian sekarung, Horee
!!!!
setelah puas menikmati durian kami menuju ke sungai tamborasi, saya sedikit terkejut dengan sungai ini, sungainya sangat pendek dan bersampingan dengan pantai tamborasi yang indah, bukan hanya pemandnagan sungainya saja tepati batu-batuan yang menghiasi tebing di sekitar sungai membuatnya semakin berbeda dengan sungai-sungai lain, selain itu air yang sangat jernih membuat kita dapat melihat dasar dari sungi ini, dan sedikit cerita dari masyarakat sekitar, pada ujung sungai (tempat mata air sungai tamborasi)katanya sih belum ada yang tahu seberapa dalam dasar sungai ini. tapi ada beberp hal yang saya rasa masih kurang dari sungai tamborasi ini, salah satunya adalah fasilitas penunjang dalam kawasan ini, masih banyak hal-hal yang perlu disiapkan salah satunya kamar mandi, dan kebersihan lokasi yang saya rasa perlu de perhatikan lagi oleh Pengelola dan pemerntah setempat, menurut saya sangat Mubazir jika tempat seindah ini tidak di rawat dengan baik, pemerintah juga perlu mempromosikan tempat ini ke dunia Internasional, karena sungai ini merupana salah satu tempat yang unik di dunia, saya rasa setiap orang akan penasaran dengan keindahan pantai dan sungai tamborasi yang merupakan sungai terpendek di dunia, Saya rasa bangga bisa melihat dan merasakan dengan langsung keindahan pantai dan sungai tamborasi.

JIka teman-teman pembaca jalan-jalan ke sulawesi tenggara sebaiknya sempatkanlah untuk mengunjungi Sungai tamborasi, anda takakan menemukan sungai seperti ini di temapat lain, sungai yang penuh dengan ke unikan,!!!







Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment